MPPbonbol.id – PDI Perjuangan (PDIP) menambah satu instrumen baru dalam upaya merawat identitas ideologinya. Partai berlambang banteng itu resmi meluncurkan lagu berjudul “Bung Karno Bapak Marhaenisme” yang akan dinyanyikan dalam setiap agenda protokoler partai ke depan.
Peluncuran lagu tersebut dilakukan dalam kegiatan Pembekalan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi PDIP DPRD se-Indonesia periode 2024–2029 yang berlangsung di Jakarta. Ribuan anggota DPRD dari berbagai daerah hadir dalam forum yang juga menjadi ajang konsolidasi besar partai tersebut. Selasa, 2 Juni 2026
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menegaskan, lagu itu bukan sekadar pelengkap acara atau simbol seremonial belaka. Menurut dia, “Bung Karno Bapak Marhaenisme” dirancang sebagai pengingat kolektif bagi seluruh kader agar tetap berpijak pada ajaran dan nilai perjuangan yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
“Lagu ini menjadi pengingat ideologis agar kader tidak kehilangan arah perjuangan dan tetap berpihak kepada kaum Marhaen,” kata Djarot dalam kegiatan tersebut.
Bagi PDIP, konsep Marhaenisme selama ini menjadi fondasi politik yang menempatkan rakyat kecil sebagai pusat perjuangan. Karena itu, lagu tersebut diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat kader dalam menjalankan tugas politik maupun pemerintahan di daerah masing-masing.
Djarot menjelaskan bahwa mulai sekarang lagu “Bung Karno Bapak Marhaenisme” akan menjadi bagian tetap dalam berbagai kegiatan resmi partai. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat karakter ideologis organisasi di tengah dinamika politik yang terus berubah.
Peluncuran lagu itu juga dilakukan bertepatan dengan rangkaian peringatan Bulan Bung Karno, momentum yang setiap tahun diperingati PDIP untuk mengenang pemikiran, perjuangan, dan warisan politik Soekarno.
Selain memperkenalkan lagu baru, kegiatan Bimtek tersebut dimanfaatkan sebagai forum konsolidasi nasional. Ribuan anggota Fraksi PDIP DPRD dari seluruh Indonesia dikumpulkan untuk memperkuat soliditas internal sekaligus menyamakan arah gerak politik partai dalam menghadapi berbagai tantangan di daerah.
Melalui konsolidasi itu, PDIP berharap seluruh kader tetap menjaga disiplin organisasi, memperkuat kedekatan dengan masyarakat, serta memastikan nilai-nilai Marhaenisme tetap menjadi napas perjuangan partai di tingkat lokal maupun nasional.






Leave a Reply