La Ode Haimudin: Secretaries adalah Jantung Organisasi, Kader PDIP Harus Melek Digital

La Ode Haimudin
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo Hi. La Ode Haimudin, MM berikan semangat kepada peserta Bimtek Aplikasi Kepartaian/MPPbonbol.id

MPPbonbol.id — Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo, La Ode Haimudin, menegaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi politik tidak hanya ditentukan oleh figur ketua atau kekuatan kader di lapangan, tetapi juga bergantung pada kualitas tata kelola administrasi yang dijalankan sekretaris organisasi.

Karena itu, posisi sekretaris dinilai memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh program, kegiatan, dan kebijakan partai berjalan sesuai mekanisme organisasi.

Hal tersebut disampaikan La Ode Haimudin saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendidikan Politik, Pelatihan Kesekretariatan, dan Aplikasi Kepartaian yang digelar DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo di Kantor DPD PDIP, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Minggu, 7 Juni 2026.

Menurut La Ode, sekretaris merupakan motor penggerak organisasi yang bertanggung jawab mengawal pelaksanaan program, memastikan tertib administrasi, sekaligus melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan partai.

“Kalau ditanya siapa yang menjadi jantung organisasi, jawabannya adalah sekretaris. Motor penggerak organisasi juga ada pada sekretaris. Mereka yang mengukur pelaksanaan kegiatan, memastikan program berjalan, dan mengawasi tanggung jawab organisasi,” ujar La Ode.

Baca Juga :  Bulan Bung Karno 2026, PDI Perjuangan Gorontalo Ziarah ke Makam Pahlawan Nani Wartabone

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo itu mengatakan bahwa tantangan organisasi politik saat ini semakin kompleks, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi yang memengaruhi hampir seluruh aspek tata kelola partai.

Menurut dia, perubahan tersebut tidak boleh diabaikan oleh pengurus partai, khususnya sekretaris dan operator yang menjadi ujung tombak pengelolaan administrasi organisasi.

“Bimtek ini menjadi penting untuk menciptakan keseragaman dalam pengelolaan administrasi partai. Apalagi sekarang kita berada di era digital. Sekretaris dan operator partai harus mampu berkembang, beradaptasi, dan melek terhadap perkembangan teknologi,” katanya.

La Ode menilai, banyak tugas strategis partai yang sesungguhnya berada di tangan sekretaris organisasi. Mulai dari pengelolaan administrasi, pendokumentasian kegiatan, pengarsipan surat menyurat, hingga penginputan data kepartaian melalui sistem digital.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung di tingkat DPC maupun PAC.

“Banyak tugas dan tanggung jawab partai yang berada di pundak sekretaris. Maka saya berharap kegiatan ini benar-benar diikuti dengan sungguh-sungguh karena manfaatnya akan kembali kepada organisasi,” ujarnya.

Baca Juga :  HUT Megawati ke-79, La Ode Haimudin Tekankan Esensi Merawat Pertiwi: Bukan Sekadar Seremonial Tanam

La Ode Haimudin mempertegas tentang data harus update, termasuk data kepengurusuan di tingkat DPC maupun PAC.

“jika ada pengurus yang tidak aktif maka wajib untuk dievaluasi, agar organisasi tidak bergantung kepada satu dua pengurus yang tidak aktif, “tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Gorontalo menghadirkan instruktur internal partai, Rahmat Hans Tumulo, yang dikenal memiliki pengalaman panjang dalam bidang administrasi dan tata kelola organisasi.

Hans Tumulo yang saat ini menjabat Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Gorontalo periode 2025-2030 dipercaya memberikan materi terkait penguatan sistem administrasi partai, pengelolaan SIPOL, hingga pemanfaatan aplikasi Jaringan Rakyat (Jarek).

Di hadapan peserta, Hans menekankan bahwa administrasi merupakan fondasi utama organisasi yang sering kali luput dari perhatian. Padahal, tertib administrasi menjadi indikator penting dalam menilai kesehatan dan profesionalitas sebuah partai politik.

Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, tetapi juga praktik langsung mengenai manajemen administrasi partai. Peserta dibimbing memahami tata cara penomoran surat, pengelolaan arsip, mekanisme surat menyurat internal dan eksternal, hingga teknik penginputan data kepengurusan ke dalam Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL).

Baca Juga :  PDI Perjuangan Gelar Workshop Nasional Hadapi El Nino, Fokus Perkuat Produksi Pangan Rakyat

Menurut Hans, penguasaan administrasi dan sistem digital menjadi kebutuhan mutlak bagi partai politik modern. Kesalahan dalam pengelolaan data atau administrasi dapat berdampak pada efektivitas organisasi, bahkan berpengaruh terhadap proses verifikasi dan konsolidasi partai.

Karena itu, ia mendorong seluruh sekretaris dan operator untuk meningkatkan kapasitas serta membangun budaya kerja yang lebih tertib dan profesional.

Melalui pelatihan tersebut, DPD PDI Perjuangan Gorontalo berharap seluruh struktur partai memiliki standar administrasi yang seragam dan mampu beradaptasi dengan transformasi digital yang terus berkembang.

Selain memperkuat tata kelola organisasi, penguatan administrasi juga dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun mesin partai yang solid, modern, dan siap menghadapi berbagai agenda politik, termasuk Pemilu 2029 mendatang.

Merdeka...!!