MPPbonbol.id – Peringatan Bulan Bung Karno yang digelar PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo tidak hanya diisi dengan kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Semangat cinta tanah air yang diwariskan Bung Karno juga diwujudkan melalui aksi nyata menjaga lingkungan dengan menanam mangrove di kawasan pesisir Desa Patuhu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato. Senin, 6 Juli 2026.
Aksi bertajuk “Penanaman Mangrove dalam Rangka Peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2026” itu dipimpin langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo, Hi. La Ode Haimudin, bersama jajaran pengurus DPD, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Gorontalo, serta berkolaborasi dengan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pohuwato.
Ratusan bibit mangrove ditanam di sepanjang kawasan pesisir sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya menjaga kawasan pantai dari ancaman abrasi dan perubahan iklim. Para kader partai turun langsung ke lokasi, menyusuri kawasan berlumpur untuk memastikan bibit mangrove ditanam dengan baik.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo, Hi. La Ode Haimudin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj. Megawati Soekarnoputri, yang secara konsisten mengajak seluruh kader partai untuk mencintai dan merawat alam sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa.
“Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga Indonesia. Karena itu, dalam momentum Bulan Bung Karno kami mengajak seluruh kader untuk tidak hanya mengenang jasa Bung Karno, tetapi juga melakukan tindakan nyata merawat bumi pertiwi melalui penanaman mangrove,” kata La Ode Haimudin.
Menurut La Ode yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, pelestarian lingkungan merupakan salah satu bentuk nasionalisme yang harus diwujudkan dalam aksi konkret. Ia menegaskan, menjaga hutan, laut, sungai, dan kawasan pesisir merupakan tanggung jawab bersama demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
“Ini juga merupakan instruksi Ibu Ketua Umum Hj. Megawati Soekarnoputri agar seluruh kader PDI Perjuangan terus hadir dalam gerakan menjaga lingkungan. Menanam mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam harapan bagi masa depan bumi yang lebih baik,” ujarnya.

La Ode menjelaskan, mangrove memiliki fungsi yang sangat strategis bagi ekosistem pesisir. Selain mampu menahan abrasi dan gelombang pasang, tanaman tersebut juga menjadi habitat berbagai biota laut, menyerap emisi karbon, serta membantu menjaga keseimbangan lingkungan.
Karena itu, menurutnya, gerakan menanam mangrove harus terus diperluas dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, komunitas lingkungan, hingga generasi muda agar kesadaran menjaga alam semakin tumbuh.
Ia menilai semangat yang diajarkan Bung Karno tidak hanya berbicara tentang kedaulatan politik dan ekonomi, tetapi juga tentang tanggung jawab menjaga kekayaan alam Indonesia sebagai warisan yang harus diteruskan kepada anak cucu.
“Kalau alam kita rusak, maka yang akan merasakan dampaknya adalah masyarakat. Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa,” tegasnya.
Aksi penanaman mangrove tersebut juga menjadi simbol kolaborasi antarkader PDI Perjuangan di Gorontalo. Pengurus DPD, anggota Fraksi PDI Perjuangan, serta jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pohuwato bersama-sama turun ke lapangan, menunjukkan bahwa semangat gotong royong tetap menjadi roh perjuangan partai.
Suasana penuh kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung. Para peserta saling bahu-membahu menanam bibit mangrove di kawasan pesisir yang menjadi salah satu daerah penyangga ekosistem pantai di Kabupaten Pohuwato.
Melalui gerakan Penanaman Mangrove dalam Rangka Peringatan Bulan Bung Karno 2026, PDI Perjuangan Gorontalo berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan. Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi budaya bersama dalam menjaga bumi pertiwi.
Bagi La Ode Haimudin, memperingati Bulan Bung Karno berarti menerjemahkan ajaran sang Proklamator ke dalam kerja-kerja nyata yang memberi manfaat bagi rakyat dan alam. Sebab, menurutnya, bangsa yang besar bukan hanya mampu menjaga sejarah perjuangannya, tetapi juga mampu merawat tanah, laut, dan lingkungan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Indonesia.








Leave a Reply