
MPPbonbol.id – Peringatan Hari Kartini 2026 di Provinsi Gorontalo tidak diisi dengan seremoni biasa. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo justru memilih dua agenda strategis sekaligus: memperkuat ketahanan pangan dan meneguhkan penghormatan kepada tokoh perempuan pejuang daerah.
Sejak pagi, Minggu, 26 April 2026, jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan turun langsung melakukan penanaman tanaman pengganti beras di Desa Limehe Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan itu dipimpin Ketua DPD PDI Perjuangan Gorontalo, La Ode Haimudin, bersama Sekretaris DPD Venny Anwar.
Langkah tersebut disebut sebagai bentuk tindak lanjut atas instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader partai mempersiapkan diri menghadapi ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim dan fenomena El Nino.
“Laiknya semangat Kartini, peringatan hari besar perempuan Indonesia tidak boleh berhenti pada seremoni. Harus ada tindakan nyata yang memberi manfaat bagi rakyat,” kata La Ode Haimudin.
Menurut dia, ancaman cuaca ekstrem yang memicu gangguan produksi pertanian harus dijawab dengan diversifikasi pangan. Karena itu, penanaman tanaman pendamping beras menjadi langkah penting agar masyarakat tidak bergantung pada satu komoditas utama.
“Kader partai harus hadir memberi solusi. Ketahanan pangan bukan isu jauh, ini menyangkut kebutuhan harian masyarakat,” ujarnya.
Tidak berhenti di sektor pangan, pada sore hari DPD PDI Perjuangan Gorontalo melanjutkan agenda bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bone Bolango dengan melakukan ziarah ke makam almarhumah Aisyah Wartabone Tangahu, istri Pahlawan Nasional Nani Wartabone.
Ziarah itu dipandang sebagai simbol penghormatan terhadap kontribusi perempuan dalam sejarah perjuangan Gorontalo. Sosok Aisyah Wartabone dinilai memiliki peran penting mendampingi perjuangan keluarga besar Wartabone dalam masa perjuangan kemerdekaan.
“Laiknya Kartini, banyak perempuan hebat yang berjuang tanpa banyak dicatat sejarah. Kita ingin generasi muda mengenal bahwa Gorontalo juga memiliki teladan perempuan tangguh,” kata La Ode.
PDI Perjuangan Gorontalo menilai semangat Kartini harus diterjemahkan dalam kerja konkret: memperjuangkan kesejahteraan, menjaga pangan, dan menghormati jejak perempuan pejuang bangsa.
Dengan dua agenda tersebut, peringatan Hari Kartini 2026 di Gorontalo tampil berbeda—bukan sekadar seremoni, tetapi gerakan sosial dan kebangsaan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.








Leave a Reply