MPPbonbol.id – Peringatan Bulan Bung Karno di Gorontalo tidak berhenti pada pemasangan spanduk, pidato, atau seremoni mengenang Presiden pertama Republik Indonesia. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo memilih menerjemahkan pesan Bung Karno melalui langkah yang lebih membumi: menyalurkan ratusan paket sembako kepada kader partai yang dinilai membutuhkan.
Aksi sosial itu berlangsung di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo, Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (4/7/2026). Sejak pagi, kader dari berbagai kabupaten dan kota berdatangan. Mereka datang bukan untuk menghadiri seremoni politik, melainkan mengikuti proses penyaluran bantuan yang telah dipersiapkan melalui pendataan berlapis.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Nomor 1222/IN/DPP/VI/2026 tentang pelaksanaan kegiatan Bulan Bung Karno. Instruksi itu menekankan agar seluruh struktur partai di daerah menghadirkan kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat maupun kader di tingkat akar rumput.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo, La Ode Haimudin, menegaskan bahwa nilai utama yang diwariskan Bung Karno bukan sekadar untuk dikenang dalam bentuk seremoni tahunan. Baginya, penghormatan terhadap Sang Proklamator justru harus diwujudkan melalui kepedulian sosial yang nyata.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh DPC PDI Perjuangan se-Provinsi Gorontalo yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini. Semangat gotong royong dan saling membantu antarkader itulah yang menjadi ruh Bulan Bung Karno,” kata La Ode.
Menurut dia, partai sengaja menjadikan momentum tersebut sebagai ruang memperkuat solidaritas internal. Sebab, kader di tingkat bawah merupakan ujung tombak organisasi yang selama ini bekerja langsung di tengah masyarakat, namun tidak semuanya memiliki kondisi ekonomi yang sama.
Karena itu, proses penentuan penerima bantuan tidak dilakukan secara serampangan. DPD meminta seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) melakukan pendataan secara selektif sebelum daftar penerima ditetapkan. Prioritas diberikan kepada pengurus Pengurus Anak Cabang (PAC) yang benar-benar membutuhkan bantuan.
La Ode mengatakan, validitas data menjadi perhatian utama agar bantuan tidak salah sasaran. Setiap DPC diwajibkan menyerahkan identitas lengkap calon penerima, mulai dari nama, alamat, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Tanda Anggota (KTA), hingga nomor telepon yang dapat dihubungi.
“Yang kami utamakan adalah kader yang memang layak menerima. Pendataan harus benar-benar akurat sehingga bantuan yang disalurkan dapat dipertanggungjawabkan dan diterima oleh orang yang tepat,” ujarnya.
Tak hanya mempertimbangkan kondisi ekonomi, DPD juga memperhatikan aspek geografis dalam proses distribusi. Jarak tempuh menuju lokasi kegiatan menjadi salah satu pertimbangan agar penerima tidak harus mengeluarkan biaya tambahan hanya untuk mengambil bantuan.
“Kami juga meminta DPC memperhatikan lokasi penerima. Jangan sampai kader yang membutuhkan justru terbebani biaya perjalanan. Bantuan ini harus benar-benar memberikan manfaat, bukan sebaliknya,” tutur La Ode.

Pendekatan tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari tanggung jawab organisasi dalam memastikan setiap program sosial berjalan efektif dan tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif.
Ratusan paket sembako yang dibagikan telah disesuaikan dengan kuota masing-masing DPC. Seluruh penerima sebelumnya melalui proses verifikasi administrasi sehingga distribusi bantuan berlangsung lebih tertib.
Di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai kompetisi elektoral, kegiatan seperti ini menunjukkan sisi lain kehidupan partai. Bagi PDI Perjuangan Gorontalo, konsolidasi organisasi tidak hanya dibangun melalui rapat maupun agenda politik, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kader yang berada di garis depan pelayanan masyarakat.
Pengurus PAC selama ini memegang peran penting dalam menjaga komunikasi partai dengan warga di desa maupun kelurahan. Mereka menjadi simpul organisasi yang bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat. Karena itu, perhatian terhadap kader di tingkat bawah dipandang sebagai investasi sosial yang memperkuat soliditas partai.
Momentum Bulan Bung Karno pun dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong yang selama ini menjadi identitas perjuangan partai. Nilai tersebut, menurut La Ode, tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus menjadi budaya organisasi yang terus dijaga.
“Semangat Bung Karno adalah semangat kebersamaan. Kami berharap budaya saling membantu ini tidak hanya hadir saat Bulan Bung Karno, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan organisasi maupun pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Melalui bakti sosial itu, DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo ingin memastikan bahwa peringatan Bulan Bung Karno tidak hanya menjadi agenda tahunan yang bersifat simbolik. Di balik pembagian ratusan paket sembako tersebut, tersimpan pesan bahwa politik, ketika dijalankan dengan semangat gotong royong, dapat hadir sebagai instrumen yang memberi manfaat langsung bagi orang-orang yang berada di lapisan paling bawah organisasi.










Leave a Reply