MPPbonbol – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan tahun 2026 resmi berakhir di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, pada Senin, 12 Januari 2026. Penutupan forum tertinggi partai banteng ini menjadi momentum penting bagi Ketua DPD PDI Perjuangan Gorontalo, La Ode Haimudin, yang didaulat sebagai salah satu penerima mandat simbolik partai berupa bibit pohon dan Tas Siaga Bencana.
Dalam prosesi penutupan yang khidmat, La Ode Haimudin berdiri di barisan depan bersama 37 Ketua DPD lainnya se-Indonesia. Ia menerima langsung atribut tersebut dari dua figur sentral DPP PDIP, yakni Ketua Bidang Ekonomi Kreatif M. Prananda Prabowo dan Ketua DPP Puan Maharani.
Pemberian ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol instruksi langsung dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri agar struktur partai di daerah menjadi pelopor mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan.
Komitmen Gorontalo untuk Pertiwi
Usai prosesi, La Ode Haimudin menegaskan kesiapan jajarannya di Gorontalo untuk menerjemahkan simbol tersebut menjadi aksi nyata. Kepada tim MPPbonbol, politisi senior Gorontalo ini mengungkapkan rasa hormatnya atas tugas ideologis tersebut.
“Saya sangat bangga dan berterima kasih atas tugas mulia ini. Ini bukan sekadar atribut, tapi tanggung jawab besar,” ujar La Ode kepada tim MPPbonbol di sela-sela acara.
Ia memastikan bahwa instruksi yang turun dalam Rakernas tidak akan menguap begitu saja. Bagi La Ode, isu lingkungan dan kebencanaan adalah prioritas yang tak bisa ditawar.
“Kami di Gorontalo siap menjalankan segala hasil keputusan Rakernas secara tegak lurus. Fokus kami jelas: siaga pada bencana dan konsisten menjaga pertiwi lewat gerakan penghijauan,” tegas La Ode menambahkan.
Filosofi di Balik Tas Siaga
Penyerahan Tas Siaga Bencana dan bibit pohon ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran Megawati Soekarnoputri terhadap krisis iklim dan potensi bencana di Indonesia. Megawati ingin kadernya memiliki mentalitas “sedia payung sebelum hujan” seperti budaya kedisiplinan di Jepang.
“Tas ini dirancang berisi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup minimal selama tiga hari pertama pascabencana,” ucap Megawati dalam pidato penutupannya, mengingatkan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.
Sebelum palu sidang diketuk, suasana penutupan semakin cair ketika La Ode dan para pimpinan daerah lainnya melakukan sesi foto bersama dengan pose unik menoleh ke belakang bersama Megawati, Hasto Kristiyanto, Prananda, dan Puan Maharani.
Acara kemudian ditutup resmi oleh Megawati dengan ucapan syukur, menandai dimulainya kerja politik dan kemanusiaan para kader di daerah masing-masing, termasuk misi “Menjaga Pertiwi” yang kini diemban La Ode Haimudin di Gorontalo.











Leave a Reply