Maskot Barata PDI Perjuangan
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital M. Prananda Prabowo berpose di depan maskot baru PDI Perjuangan. Humas.PDIP/MPPbonbol.id

Gelorakan Semangat Zaman, “BARATA” Curi Perhatian di Rakernas I PDI Perjuangan

MPPbonbol.id – Kemegahan Beach City International Stadium, Ancol, menjadi saksi bisu suksesnya gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan yang berlangsung selama tiga hari. Di balik agenda-agenda politik strategis yang dibahas, ada satu sosok yang menjadi primadona dan magnet perhatian ribuan kader: BARATA, maskot PDI Perjuangan.

Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, yang juga putra Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, M. Prananda Prabowo, menyatakan maskot banteng itu bukan sekadar identitas visual, melainkan sebuah komitmen ideologis yang telah melalui proses kurasi panjang.

“Banteng Barata melambangkan kekuatan rakyat yang berakar pada persatuan, bergerak. dengan kesadaran, dan bertindak demi keadilan serta kedaulatan bangsa,” kata Pranada, dikutip dari aktualitas.id

Baca Juga :  Singgasana Seni Bung Karno di Rakernas PDIP: Politik Kebudayaan, Bukan Sekadar Instruksi Kaku

Simbol Perjuangan Generasi Z dan Milenial

Nama BARATA bukan sekadar identitas. Ia diluncurkan sebagai simbol pergerakan yang mengakar pada nilai-nilai perjuangan, sekaligus representasi wajah modern partai dalam merangkul generasi muda, baik Milenial maupun Gen Z.

Kehadiran Barata di setiap sudut area Rakernas melalui patung-patung artistik memberikan estetika visual yang segar. Barata digambarkan sebagai sosok yang dinamis, mencerminkan energi baru dalam memenangkan hati rakyat di era digital.

Demam “Merchandise” Barata Melanda Peserta

Antusiasme peserta terhadap maskot ini benar-benar luar biasa. Tidak hanya sekadar berswafoto atau membuat konten video di media sosial, para kader dari seluruh penjuru Indonesia tampak memadati gerai merchandise.

Baca Juga :  Singgasana Seni Bung Karno di Rakernas PDIP: Politik Kebudayaan, Bukan Sekadar Instruksi Kaku

Berbagai atribut resmi yang menampilkan sosok Barata menjadi incaran utama, mulai dari:

Apparel: Jaket eksklusif, rompi, kaus, dan kemeja.

Aksesori: Tas hingga berbagai pernak-pernik merchandise unik lainnya.

KSB PDI Perjuangan Bone Bolango Tak Mau Ketinggalan

Demam Barata ini pun menjangkiti jajaran elit daerah. Di tengah kesibukan mengikuti jalannya rapat, jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, terlihat ikut larut dalam euforia tersebut.

KSB Bone bolango
KSB Pdi Perjuangan Kabupaten Bone Bolango saat mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pertama Pdi Perjuangan di Jakarta/MPPbonbol.id

Delegasi dari “Bumi Bone Bolango” ini tidak ingin melewatkan momentum bersejarah peluncuran Barata. Mereka tampak antusias mengabadikan momen bersama sang maskot dan berburu atribut khas Rakernas sebagai kenang-kenangan sekaligus simbol semangat yang akan dibawa pulang ke Gorontalo.

Baca Juga :  Singgasana Seni Bung Karno di Rakernas PDIP: Politik Kebudayaan, Bukan Sekadar Instruksi Kaku

“Barata adalah energi baru bagi kami di daerah. Ini membuktikan bahwa PDI Perjuangan terus relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar perjuangannya,” ujar Ketua DPC Bone Bolango Muhlis Lakodi di sela-sela acara.

Suksesnya Rakernas I ini tidak hanya meninggalkan poin-poin keputusan penting bagi partai, tetapi juga kesan mendalam tentang bagaimana sebuah simbol seperti Barata mampu menyatukan semangat kader dari tingkat pusat hingga ke ujung daerah.

Merdeka...!!