Rotasi DPR RI PDIP
Ketua DPP PDIP Said Abdullah memastikan Rotasi Fraksi PDIP terhadap 15 anggota DPR, termasuk Adian Napitupulu dan Rieke Diah Pitaloka, adalah penyegaran organisasi dan bukan sanksi/MPPbonbol.id

Rotasi Fraksi PDIP di DPR, Said Abdullah: Ini Hal Lumrah, Bagian dari Tour of Duty

MPPbonbol.id – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melakukan perombakan besar-besaran terhadap komposisi anggotanya di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Sebanyak 15 legislator dari partai berlambang banteng tersebut resmi dipindahtugaskan ke komisi yang berbeda per Rabu, 21 Januari 2026.

Nama-nama populer yang dikenal vokal, seperti aktivis 98 Adian Napitupulu hingga politikus senior Rieke Diah Pitaloka, turut masuk dalam daftar pergeseran ini. Merespons dinamika tersebut, Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, meminta agar publik tidak berspekulasi liar. Ia menekankan bahwa pergeseran ini murni mekanisme internal untuk menghindari kejenuhan dan stagnasi.

“Ke-15 anggota tersebut menjalani penugasan di komisi yang baru sebagai bagian dari penyegaran,” ujar Said Abdullah saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

Baca Juga :  Lawan Otoritarian Populis! Ini 21 Rekomendasi Keras Rakernas I PDI Perjuangan

Said menegaskan bahwa tidak ada unsur hukuman dalam keputusan ini. Menurutnya, perpindahan lintas komisi adalah hal yang biasa dalam organisasi kepartaian di parlemen.

“Dan hal itu sebagai hal yang lumrah sebagai bagian dari tour of duty,” kata Said menambahkan.

Basis Kompetensi, Bukan Sanksi

Lebih lanjut, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut menjelaskan bahwa evaluasi fraksi didasarkan pada kesesuaian keahlian (competency based) dan durasi penugasan. Pimpinan fraksi melihat perlunya redistribusi anggota agar kompetensi mereka lebih relevan dengan mitra kerja komisi.

Ia mengambil contoh pergeseran Sadarestuwati. Anggota dewan yang sebelumnya menangani isu perdagangan di Komisi VI itu kini dipindahkan ke komisi yang mengurusi pangan.

“Sebagai contoh Ibu Sadarestuwati itu ahli di bidang pertanian tetapi posisinya yang lama duduk di Komisi VI,” tutur Said. “Kemudian beliau sekarang ditempatnya di Komisi IV yang membidangi pertanian.”

Baca Juga :  Analisis Tajam: PDI Perjuangan Tolak Pilkada DPRD, Awas Demokrasi Dibajak Cukong

Said juga merefleksikan pengalaman pribadinya yang pernah mengalami rotasi serupa, dari Komisi VIII menuju Komisi XI. Ia menjamin bahwa tujuan utama manuver ini adalah produktivitas, bukan demosi.

“Jadi kita tidak perlu ada prasangka atas hal tersebut. Karena tujuan yang mau dicapai, lebih meningkatkan kinerja setiap anggota fraksi,” tegas Said menutup penjelasannya.

Dalam skema Rotasi Fraksi PDIP kali ini, Adian Napitupulu yang sebelumnya di Komisi V (Infrastruktur) kini mengurusi bidang Pendidikan di Komisi X. Sementara Rieke Diah Pitaloka bergeser dari Komisi VI ke Komisi XIII yang membidangi Reformasi Regulasi dan HAM.

Rotasi DPR RI PDIP
Ketua DPP PDIP Said Abdullah memastikan Rotasi Fraksi PDIP terhadap 15 anggota DPR, termasuk Adian Napitupulu dan Rieke Diah Pitaloka, adalah penyegaran organisasi dan bukan sanksi/MPPbonbol.id

Berikut rincian lengkap 15 nama anggota Fraksi PDIP yang dirotasi:

Baca Juga :  Esai Reflektif Redilog tentang Megawati dan Sejarah yang Tidak Pernah Jinak

Komisi III (Hukum & HAM)

I Nyoman Parta (semula Komisi X)

Mercy Chriesty Barends (semula Komisi X)

Siti Aisyah (semula Komisi XIII)

Komisi IV (Pertanian)

Sadarestuwati (semula Komisi VI)

Jamaluddin Idham (semula Komisi XIII)

Komisi V (Infrastruktur)

Ahmad Safei (semula Komisi IX)

Komisi VI (Perdagangan & Industri)

Dewi Juliani (semula Komisi III)

Sturman Panjaitan (semula Komisi IV)

Komisi IX (Kesehatan & Tenaga Kerja)

Pulung Agustanto (semula Komisi III)

Vita Ervina (semula Komisi XIII)

Komisi X (Pendidikan & Olahraga)

Stevano Rizki Adranacus (semula Komisi III)

Adian Yunus Yusak Napitupulu (semula Komisi V)

Komisi XIII (HAM & Regulasi)

Paolus Hadi (semula Komisi IV)

Rieke Diah Pitaloka (semula Komisi VI)

Eko Kurnia Ningsih (semula Komisi IX)

Merdeka...!!